Rhymaspace
Hi, I'm Theresia Rima.
An Indonesian student, dancer, fangirl, and art lover. Feel free to contact me :)

Big claps and credits for the basecode beningsann, and the editor Ndot, the template is superblue. Enjoy! Don't forget to follow ^^
Bibit Radikalisme di Indonesia
Jumat, 29 Januari 2016 | 1/29/2016 | 0 Sista/Bro
Kali ini gua mau nge-post sesuatu yang agak serius ye. Sebenarnya gua mau nge-post tentang J-Hope BTS tapi gua malah keasikan cari foto-foto die. Keasikan LOL. J-Hope lain kali aja dahh.

Jadi gua mau nge-post ini murni karena kekhawatiran gua terhadap bangsa ini (caelah). Jadi kira-kira beberapa hari pasca Bom Sarinah tanggal 14 Januari lalu, gua nonton berita di channel BeritaSatu tentang Cegah Radikalisme Sejak Dini. Kalau mau liat di YouTube silahkan, gua udah cek ternyata di YouTube ada. Nih video + linknya:

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Gua sih menyarankan untuk nonton. Ini issue yang cukup memprihatinkan.

Lewat berita ini, gua melihat hasil survey dari sekitar 900-an siswa SMP-SMA Negeri di Jakarta. Gua lupa berapa persis angkanya, yang gua inget, seinget gua semua data ini antara 10-40%. Jadi, ada sekian persen siswa yang menyetujui tindak kekerasan/terorisme yang mengatasnamakan agama. Selain itu ada juga sekian persen yang menolak hormat kepada Bendera Merah Putih, dan juga menolak menyapa orang yang berbeda ras/agama.

Gua kaget saat melihat data-data ini. Apalagi yang di-survey bukan orang dewasa, tapi masih pelajar, Masih seumuran gua mungkin, atau malah lebih muda. Dan di antara mereka ada yang sudah nggak bisa toleransi sama keragaman, nggak punya rasa hormat dan nasionalisme, bahkan menyetujui terorisme. Inilah bukti kalo bibit radikalisme udah mulai ditanam sama generasi muda. Lu bisa bayangin kalo mereka yang mulai teracuni ini dibiarkan aja lalu pas gede jadi apa?
"Wah bukan Islam lu!" *JEDER* dan gua mati. 
"Liat tuh banyak bule!" *BLAR* Bom bunuh diri. 
Gua nggak mau Indonesia jadi negara teroris plis, korupsi ae udah kampret bener.

Btw, mungkin beberapa ada yang bingung kali ya, sebenarnya radikalisme itu apa sih? Jadi pengertian radikalisme menurut bahasa ialah suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Biasanya radikalisme bisa muncul di dalam diri seseorang karena kurangnya pegangan hidup (ajaran agama yang kuat dan benar, prinsip hidup, dll.),  sosialisasi yang tidak sempurna/menyimpang (mendapat nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai yang ada di masyarakat), dan kurangnya toleransi terhadap perbedaan atau keragaman. Itulah definisi dan penyebab radikalisme.

Lalu gua juga baca beberapa berita dari Internet, seperti:


Bukti udah dimana-mana. Gua nggak menyadari kalo kita udah sejauh ini disusupi radikalisme. Aliran yang keras ini kalo dibiarkan lama-lama bakal melahirkan generasi yang nggak bertoleransi, nggak nasionalis, dan pikirannya dangkal. Rasanya negara ini bisa nggak aman.

Tapi di saat yang seperti ini, gua pingin menghimbau kepada anak-anak Indonesia yang masih belum (dan semoga aja nggak akan pernah) teracuni sama radikalisme. Hey kamu, yang pikirannya masih jernih, kamulah yang beruntung. Kenapa? Karena lu mengalami proses sosialisasi yang seimbang dan sempurna. Semua lingkungan lu--keluarga, sekolah, teman--mengajarkan lu nilai-nilai yang baik dan benar. Gua juga lega gua juga tidak tertanam paham ini. Walau Sanur kadang lebay, tapi di Sanur gua diajarin pengetahuan dan nilai moral yang bener dan nggak sesat.

Gua pingin kita semua melek keadaan biar makin waspada. Dan kalo lu ketemu temen lu mulai keracuni radikalisme, please, kembalikanlah dia ke jalan yang benar. Lu nggak mau kan temen lu jadi teroris?

Yah, begitulah intinya. Post ini cukup panjang dan boring ye, wkwk. Oke dah itu aja pesan-pesan gua. BYE!~

Label: ,

Tari Giring-giring
Selasa, 19 Januari 2016 | 1/19/2016 | 0 Sista/Bro
HALO
Jadi pada hari Sabtu, 9 Januari 2016 kemarin, gua nari bareng Kak Ayu dan Kak Bintang di acara natalan Kompleks Cipinang Indah yang diadakan oleh PUKK (Perkumpulan Umat Katolik dan Kristen). Jam 5 sore udah ngumpul di rumah gua untuk siap-siap dan make-up. Lalu kita berangkat ke Gedung Yamaha Music Cipinang untuk tampil pada jam 8 malam. Cekidot foto-fotonye~

 



 




Jadi Tari Giring-giring itu berasal dari Pulau Kalimantan. Tari Giring-giring ini banyak versinya sesuai ciri khas daerah masing-masing. Properti yang digunakan pun bermacam-macam. Bisa dengan sepasang bulu rangkong, sepasang tongkat pendek, atau satu tongkat pendek dengan satu tongkat panjang,

Di Kalimantan Tengah, Tari Giring-giring juga disebut Tari Tolang Totai dan Tari Ganggareng. Sedangkan di Kalimantan Timur disebut Tari Gantar. Tarian ini merupakan tarian yang mengekspresikan kegembiraan dan rasa senang masyarakat. Sekarang biasanya digunakan untuk menyambut tamu.

Tarian ini awalnya merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang kemudian berkembang dan populer di Kalimantan tengah, terutama di Kabupaten Barito. Nama Giring Giring di ambil dari nama tongkat yang di mainkan oleh para penarinya yaitu tongkat Giring Giring atau biasa di sebut Gangerang oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

Dalam tari Giring Giring ada 2 jenis tongkat yang digunakan yaitu tongkat panjang dan tongkat pendek. Tongkat panjang dipegang tangan kiri yang digunakan untuk menghentakkan ke lantai. Sedangkan tongkat pendek dipegang tangan kanan dan dimainkan dengan cara diayunkan. Tongkat pendek tersebut terbuat dari bambu tipis yang diisi dengan biji piding sehingga menghasilkan suara yang unik apabila dipadukan dengan suara hentakan tongkat yang panjang.

Dalam tari Giring Giring ini juga diiringi oleh musik pengiring tradisional seperti kangkanong (gamelan), gendang dan gerantung.

Sekian tentang Tari Giring-giring :D See u next post people.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Giring-Giring


"Sini Rim, mana kamera aku," --Kak Ayu
"Bentar ya, lagi selfie."  *cekrekrekkrekkrek*
"Loh, kok hasilnya banyak." #gapteksamakamera

Label: , , , ,

JOGJA TRIP: Kaula Leather, Sendangsono, Dowa, Jogja Bay
Sabtu, 02 Januari 2016 | 1/02/2016 | 0 Sista/Bro
Yap jadi gua ke Jogja bareng keluarganye Angela: Papa Tiwan, Mama Erlinda, sama Koko Adi dari tanggal 26-29 Desember lalu.

DAY 1
Berlima kita cus ke sono tanggal 26 Desember pake Garuda jam 8 pagi. Kira-kira nyampe Jogja jam 9 lalu kita langsung ke Kaula Leather di Jalan Pugeran Timur MJ II no. 594 A.
Di situlah kita mengikuti leather workshopnya. Di sana kita diajarkan dan dibimbang oleh Kak Taufik. Gua memilih bikin tas, sedangkan Angela dan Tata bikin dompet. Gua sih kagak foto-foto seluruh studionya, yang foto si Angela. Btw Tata ikut juga karena kebetulan dia juga lagi liburan di Jogja hahahha.

Sesampai di studio gua memilih salah satu model tas (kebetulan di web-nya nggak ada, waks. Nih coba aja cek ke kaula-leather.com dan cocokkan hasil akhirnya dengan punya gua :p).
Ini gua mau jelasin tahap-tahap membuat tasnya, maafkan kalo gambar nggak lengkap hiks. Gua terlalu capai untuk memotret segalanya.

       
1. Tahap pertama, gambar kerangka tas-nya lalu potong kulitnya. Kulit yang dipake itu kulit sapi dari Bali, tebalnya pun ada yang tipis, sedang, dan tebal. Di sini gua pake yang tipis.

2. Melubangi dan menggunting kulit. Dilakukan biar nanti kulitnya bisa dijahit atau dibentuk dengan mudah.

3. Pewarnaan. Dilakukan dengan cat kulit. Bisa menggunakan 1-2 warna dan bisa digradasi. Makin banyak air, makin halus warnanya. Kulit dicat di kedua sisinya. Kalau hanya memakai 1 warna, bolak balik pake warna yang sama. Kalo memakai 2 warna (misal biru dan kuning), bagian dalam kulit diberi warna yang lebih muda (kuning) agar warna di sisi dalam tidak mengotori bagian luar kulit.

4. Kulit dijemur agar catnya meresap.

5. Polishing. Pake semir sepatu yang berwarna bening merk KIWI. Tahap ini berfungsi untuk memunculkan kembali warna yang sudah diserap oleh kulit. Sehabis dipolish, disikat lagi agar kulit terlihat mengkilap.

6. Tas dibentuk sesuai dengan bentuknya (bisa dijahit atau hanya dimasukkan). Kalo punya Angela dan Tata dijahit, jadi lama. Tas punya gua sih cuma dimasuk-masukkin :p

7. Detail. Tas diberi kancing dan emboss (ukiran). Khusus untuk tas gua, gua minta biar ada talinya. Jadi gua mengepang kulitnya dengan susah payah. Walau akhirnya dibuatin juga sama Kak Taufik :") Beneran coy ngepangnya susah banget, beda gitu caranya. Gua lebih master menjahit waks


Jadi kita mengerjakan semua itu dari jam 11 siang sampe jam 8 malam~ tanpa makan siang dan hanya ditemani snack. Waks beneran kayak kerja rodi. Nih, cekidot hasil kerja keras ai:


    
              

      


YEAY. Dan tas itu harganya Rp. 550.000 kawan (sebenarnya Rp. 450.000 atau Rp. 500.000 gitu, tapi karena gua tambah tali jadi harganya segitu). Angela dan Tata yang membuat dompet membayar seharga Rp. 350.000. 

DAY 2
Hari kedua si Tata ngikut lagi sama kita. Lol. Kita ke 2 wilayah gereja untuk memberikan beasiswa di desa sana. Gua lupa nama kedua gereja itu waks peace. Lalu abis itu kita ziarah ke Sendangsono.

     


DAY 3
Hari ketiga ini kita ke Dowa. Apa itu Dowa? Dowa itu merk tas yang memfokuskan kepada rajutan. Yas people, rajutan. Walaupun ada tas yang campur sama kulit sih, nggak semuanya rajutan. Di sana gua beli 1 tas lipet warna ungu seharga Rp. 200.000. Cekidot~

   

Lalu setelah ke Dowa kita ke Jogja Bay. Waktu kita ke liat depannya WOW udah kayak di luar negeri gitu waterparknya. Ada mercusuar dan kapal supergede di sisi kanan dan kiri pintu masuk. Lalu kita bayar tiket masuk untuk orang dewasa sebesar Rp. 90.000  dan biaya sewa loker sebesar Rp. 30.000 (murah banget, tapi...) 

Waktu kita masuk ke dalam waterpark, kita kecewa karena ternyata waterparknya kecil. Padahal waterpark ini katanya terbesar di Indonesia (waks). Tapi sepertinya pihak Jogja Bay melakukan soft opening yang benar-benar "soft." Terbukti dengan masih sempitnya wilayah waterpark dan masih banyak wahana yang dalam proses pembangunan. Kondisi air juga mengecewakan karena kolam tidak bersih dan banyak terdapat pasir. Di sana juga kekurangan jumlah ban karena terlalu banyaknya jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas. Peraturan unutk meletakkan kembali ban sehabis dipakai juga tidak tegas sehingga kami tidak kunjung mendapat ban untuk bermain. Kamar bilas juga mengecewakan karena kurang banyaknya jumlah ruang bilas tertutup dibandingkan dengan ruang ganti, Akhirnya kami terpaksa membilas diri di shower bilasan yang terbuka (yang buat bocah-bocah ;") itu pun tidak semua shower bekerja dengan maksimal karena banyak shower yang airnya kecil.

Sebenarnya secara concept waterpark ini tuh udah bagus, dekorasinya meyakinkan, ada teaternya segala, dll. Tapi gua rasa dia terlalu cepat open. Wahana banyak yang belum siap, manajemennya kurang baik pula, dan jumlah pengunjungnya melebihi kapasitas. Misal, seharusnya tempat itu hanya bisa menampung 5000 orang, tapi kenyataannya, kami bertiga masuk sebagai orang yang ke 8001, 8002, dan 8003.

Jadi overall, waterpark ini tidak begitu memuaskan, Mungkin kita bisa tunggu beberapa bulan untuk melihat perkembangan waterpark ini. Semoga tahun 2016 bisa diperbaiki.

Yowes, daripada banyak omong, nih foto-fotonye:

             

         




DAY 4
Hari terakhir, Tata udah nggak ikut kita lagi waks. Hari terakhir kita ke Bakpia Pathuk 25, beli oleh-oleh dan liat pabrik pembuatan bakpianya. Lalu kita makan siang dan kembali ke Jakarta jam 18.45~

-FIN-

Liburan ke Jogja ini memang berkesan, walaupun penyakitnya macem-macem :"D

Pulang liburan gua menderita pegal-pegal dan alergi parah teman. No need to mention where and how, karena penyakit kulit itu tidak perlu diperlihatkan oke :) lol

BYE.

Label: , , , ,

Membatik ;3
Minggu, 20 Desember 2015 | 12/20/2015 | 0 Sista/Bro
So this blog quite abandoned for weeks...yeah I totally forgot to post anything because of semester test :/

Lalu karena sekarang sudah bebas, LIBURAN TELAH TIBA

HOORAY

Karena itu temen-temen gua pada ngajak ke Museum Tekstil. Untuk apa? Membatik. Yeah jadi ceritanya hari Jumat, 18 Desember kemaren gua ke Museum Tekstil dan Batik di Tanah Abang bareng Fidel, Yoan, Angela, sama Karina. Sebenarnya Novia sama Tata juga mau ikut tapi mereka nggak bisa :(  Jadi kita pergi berlima. Ngumpul jam 10, kita foto-foto dulu sementara nunggu semuanya tiba di museum. Cekidot foto-fotonye

          

Di depan Museum Tekstil

Ya begitulah, sebenarnya masih banyak sih fotonye wkwk.
Lalu setelah semua ngumpul, kita daftar dan bayar sebanyak Rp. 40.000 untuk bisa membatik di sini. Sehabis itu kira-kira jam setengah 11, kita ke saung batiknya untuk membatik. Jadi kita nggak membatik di dalem museum lol. Mari kita lihat gimana proses membuat batik tulis~

1. Menjiplak pola dengan pensil ke sehelai kain yang disediakan
2. Mulai memegang canting untuk menebalkan pola dengan malam (lilin cair). Memberi malam pada pola harus bolak-balik. Kalau tidak, nanti saat dicelup warna, warnanya merembes.



Pola punya gue. Hihi. Malamnya banyak yang bocor waks liat tetesan-tetesan itu :")
Udah selesai diberi malam~

3. Kalo udah selesai diberi malam, pinggir-pinggir kain diberi parafin (lilin cair bening) 

4. Proses pewarnaan. Kain dicelup ke cairan naptol untuk mengikat warna. Lalu dicelup ke warna yang diinginkan. Jika menginginkan warna yang tua, ulangi perwarnaan dari naptol lalu ke cairan warna. Jika menginginkan warna sekunder (campuran), setelah dicelup ke warna pertama, celupkan ke naptol lalu baru ke warna kedua.


5. Kain dijemur


Dan inilah saatnya untuk melihat hasilnya...... *drum rolls*






TAADAAAAHHH
*kasih gambar yang gede biar greget*


Yak lalu setelah kita membatik kita juga melihat-lihat Museum Tekstil yang isinya kain tenunan semua. Kita juga liat Museum Batik yang isinya batik-batik yang keren-keren abiiezzzz. Tapi maap, kagak bisa di-post fotonya disini. Melanggar hak cipta (?) wkwkw.

Sekian pengalaman ai. Nantikan post berikutnya:
Workshop leather di Jogja

Entahlah. Kayaknya liburan Natal dan tahun baru ini gua jadi seniman sekali.

Ciao

Label: , , ,

Tari Bajidor Kahot
Sabtu, 24 Oktober 2015 | 10/24/2015 | 0 Sista/Bro
Hai! Kali ini aku mau berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang menari~ Jadi pas hari Sabtu, 17 Oktober lalu, aku menari bersama Kak Ayu dan Kak Bintang untuk mengisi acara Reuni Mudika gerejaku di Paroki Santo Antonius Padua Bidaracina. Nah kami di sana menampilkan Tari Bajidor Kahot dari Sunda atau daerah Jawa Barat. Cekidot foto-fotonye~

Di panggung :)





Kumpulan selfie di toilet :p wkwk
Abis manggung nongkrong di McD :D


Nah itu die foto-fotonye. Nah sekarang ini dia penjelasan secara garis besar tentang Tari Bajidor Kahot~

Nama Bajidor Kahot mempunyai kemungkinan ada hubungannya dengan Kliningan-Bajidoran. Yaitu merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang diduga mulai muncul sekitar tahun 1950-an. Pertunjukan kesenian ini merupakan ekspresid ari masyarakat Karawang dan Subang. Arena Banjidoran enjadi ajang pertemuan masyarakat, bertemuanya gaya kreasi, dan disadari atau tidak menjadi ajang persaingan status dan gengsi.

Sedangkan Tari Bajidor Kahot adalah salah satu Tari Kreasi Baru dari Jawa Barat. Tari ini diperkirakan tercipta pada kisaran tahun 2000, berangkat dari tarian rakyat yang bertemakan pergaulan yang lebih menceritakan keceriaan para Mojang, itulah mengapa tarian ini ditarikan oleh para penari remaja putri yang cantik jelita yang biasanya berjumlah empat hingga delapan orang. Busana yang digunakan adalah kebaya khas tanah pasundan berwarna cerah yang didesain pas dengan bentuk tubuh sehingga terlihat lebih menawan. Penambahan beberapa aksesoris seperti selendang dan kipas juga semakin mempercantik pertunjukan tari ini.

Dalam pertunjukannya, pada awalnya Tarian Bajidor Kahot dimainkan dengan durasi sekitar 13 menit namun karena menyesuaikan dengan kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan, durasi tarian bisa menjadi lebih singkat. Seni Pertunjukan Tari ini biasanya diringi oleh gendang khas tanah pasundan. Selain itu iringan Gamelan Bali juga menambah kekayaan musik yang mengiringi tari ini.




Sumber:
http://zainbie.com/sekilas-tentang-tari-bajidor-kahot/
http://www.mangyono.com/2013/05/tari-bajidor-kahot.html
http://kridabudaya.com/gallery/bajidor-kahot-dance-copy/


Label: , , , ,

Aku yang Diperkosa, Aku yang Disalahkan
Jumat, 16 Oktober 2015 | 10/16/2015 | 0 Sista/Bro


____Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan. Seperti yang  dijabarkan dalam Piagam PBB tentang HAM tanggal 10 Desember 1948 di Paris, manusia memiliki hak-hak dasar yang tidak boleh dilanggar atau dirampas oleh pihak lain.
Dari ketigapuluh pasal dari piagam tersebut, hak-hak itu antara lain seperti hak untuk penghidupan, kebebasan, dan keselamatan individu (pasal 3), hak untuk tidak disiksa atau diperlakukan secara kejam, memperoleh perlakuan atau dihukum secara tidak manusiawi atau direndahkan martabatnya (pasal 5), dan lain-lain. Dari kedua pasal ini saja sudah jelas bahwa semua individu, termasuk kaum perempuan, berhak untuk hidup dengan selamat dan tidak boleh direndahkan martabatnya. Pemerkosaan yang ingin saya bahas tentunya sudah menyalahi HAM karena melanggar kedua pasal tersebut. Sayangnya, kasus pemerkosaan di Indonesia sering ditindaklanjuti dengan cara-cara yang justru merugikan kaum perempuan.
Ambil saja satu kasus pada Ni (19 tahun), yang diperkosa di rumah kontrakannya di Bojong Indah, Kecamatan Ciseeng, Bogor. Ia sedang bersama putra kerabatnya yang berumur 1,5 tahun yang sedang ditinggal orang tuanya bekerja. Pelaku pemerkosaan adalah Rizki (19 tahun), tetangga kontrakan itu. Rizki mengikat tangan Ni, mencekik, dan mengancam keduanya dengan pisau. Setelah kejadian itu, Ernawati (Ibu Faj), melapor ke RT setempat dan malam itu juga, Ernawati ingin melaporkan kejadian tersebut kepada polisi tetapi dicegah oleh ketua RT dengan alasan malu dan meminta agar kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara di pihak orang tua pelaku perkosaan mengajak damai Ernawati dengan memberi ganti rugi, atau menikahkan pelaku dengan korban.
Dari kasus di atas bisa kita lihat bahwa kebanyakan korban pemerkosaan tidak dianjurkan melapor dan malah disuruh menikah dengan pelakunya demi menghindari malu. Perempuan yang sudah tidak suci dianggap sebagai aib keluarga, bahkan yang lebih kejam korban dianggap wanita genit karena keluar rumah dengan pakaian seksi atau sering keluar saat malam hari. Sedangkan pria dianggap wajar karena tidak bisa menahan nafsunya. Padahal, sebagian besar korban tidak dalam penampilan seksi saat diperkosa, melainkan saat dia lengah dan ada kesempatan. Pandangan seperti ini disebabkan karena adanya ketidaksetaraan gender, yaitu laki-laki dianggap boleh berkuasa atas perempuan. Ditambah lagi dengan mitos yang berkembang dari jaman dulu bahwa wanita adalah penggoda laki-laki, sama seperti saat Hawa menggoda Adam. Ini adalah pandangan yang dangkal dan menyesatkan.
Hukum pun masih lemah dalam membela perempuan. Diskriminasi undang-undang sangat terasa. Saat ini, kasus pemerkosaan hanya dikategorikan sebagai kejahatan kesusilaan (kejahatan moral), ini terkandung dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Padahal faktanya, pemerkosaan adalah tindakan kriminal yang direncanakan. Para penegak hukum seperti polisi saja saat menanyai korban terkesan menginterogasi dan mengintimidasi seperti menanyakan pertanyaan seperti “sedang di mana”, “jam berapa”, “berpakaian seperti apa”, yang meragukan dan menyudutkan korban. Lagi, ini melanggar pasal 8 Piagam PBB yang berisi bahwa setiap orang berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh undang-undang dasar atau hukum.
Dalam agama Katolik sendiri Gereja menyatakan bahwa “manusia mempunyai jiwa berbudi dan diciptakan menurut citra Allah, karena mempunyai kodrat dan asal yang sama, serta karena penebusan Kristus, mempunyai panggilan dan tujuan ilahi yang sama, maka kesamaan asasi antara manusia harus senantiasa diakui” dan “… kita harus menyingkirkan segala macam diskriminasi yang mempengaruhi hak-hak dasar  … karena berlawanan dengan maksud Allah” (GS art 29). Dalam ensiklik ini Gereja menyatakan kesamaan derajat antarmanusia, yang dijelaskan juga dalam Galatia 3:28:Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, tetapi semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”
Gereja dengan tegas menentang segala bentuk pelanggaran HAM dalam bentuk apapun dan kepada siapapun, karena manusia, laki-laki maupun perempuan mempunya martabat dan kodrat yang sama karena diciptakan oleh Allah sesuai dengan gambar dan citra-Nya. Tidak hanya pemerkosaan, tetapi pelanggaran HAM lain terhadap perempuan seperti, pelecehan seksual, prostitusi paksa, perbudakan, penganiayaan, dan sebagainya juga melanggar hak-hak manusia secara umum.
Penegakan HAM harus terus dilakukan dan diperjuangkan. Saya sebagai siswa dan seorang perempuan, merasa bahwa mengetahui dan mempelajari HAM itu penting demi menjaga diri dan memperjuangkan HAM itu sendiri. Mungkin dalam kasus pemerkosaan saya tidak bisa bertindak jauh, namun sebagai siswa, menyebarluaskan keprihatinan saya ke orang-orang terdekat mungkin dapat menyadarkan beberapa orang bahwa penegakan HAM di Indonesia saat ini masih lemah. Saat ini pun saya menggunakan hak asasi saya untuk menyatakan pendapat saya secara bebas melalu media tulis. Berjuang untuk hidup secara berkualitas pun salah satu cara menegakkan HAM. Karena hak-hak asasi adalah hak yang sebenarnya semua orang sudah memilikinya, hanya saja tidak semua orang yang menghargainya. Menurut saya, upaya yang paling efektif dalam memperjuangkan HAM adalah dengan menghargai HAM itu sendiri. Andai semua orang menghargai HAM, pasti minim sekali pelanggaran hak yang terjadi.

Sumber:

Artikel ini ditulis untuk tugas sekolah pelajaran Agama kelas 11, dengan tema pelanggaran HAM dalam pandangan Gereja Katolik.


Label: , ,

Hutan, Jenis Hutan, dan Manfaatnya
Selasa, 13 Oktober 2015 | 10/13/2015 | 0 Sista/Bro


Hutan mempunyai jasa yang sangat besar bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia. Salah satu jasa hutan adalah mengambil karbon dioksida dari udara dan menggantimya dengan oksigen yang diperlukan makhluk lain. Maka hutan disebut paru-paru dunia. Jadi, jika terlalu banyak hutan yang rusak, tidak akan ada cukup oksigen untuk pernapasan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, yang dimaksud dengan hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

I.   Jenis-Jenis Hutan di Indonesia
A.    Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Iklim :
1.  Hutan Hujan Tropika, adalah hutan yang terdapat didaerah tropis dengan curah hujan sangat tinggi. Hutan jenis ini sangat kaya akan flora dan fauna. Di kawasan ini keanekaragaman tumbuh-tumbuhan sangat tinggi. Luas hutan hujan tropika di Indonesia lebih kurang 66 juta hektar Hutan hujan tropika berfungsi sebagai paru-paru dunia. Hutan hujan tropika terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
2. Hutan Monsun, disebut juga hutan musim. Hutan monsun tumbuh didaerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Pada musim kemarau, tumbuhan di hutan monsun biasanya menggugurkan daunnya. Hutan monsun biasanya mempunyai tumbuhan sejenis, misalnya hutan jati, hutan bambu, dan hutan kapuk. Hutan monsun banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

B.     Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Variasi Iklim, Jenis Tanah, dan Bentang Alam:
1.      Kelompok Hutan Tropika :
a.       Hutan Hujan Pegunungan Tinggi
b.      Hutan Hujan Pegunungan Rendah
c.       Hutan Tropika Dataran Rendah
d.      Hutan Subalpin
e.       Hutan Pantai
f.       Hutan Mangrove
g.      Hutan Rawa
h.      Hutan Kerangas
i.        Hutan Batu Kapur
j.        Hutan pada batu Ultra Basik
2.      Kelompok Hutan Monsun
a.       Hutan Monsun Gugur Daun
b.      Hutan Monsun yang Selalu Hijau (Evergren)
c.       Sabana

C.     Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Terbentuknya
1.  Hutan alam, yaitu suatu lapangan yang bertumbuhan pohon-pohon alami yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya. Hutan alam juga disebut hutan primer, yaitu hutan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia.
2.   Hutan buatan disebut hutan tanaman, yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia.

D.    Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Statusnya
1.      Hutan negara, yaitu hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.
2.      Hutan hak, yaitu hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah. Hak atas tanah, misalnya hak milik (HM), Hak Guna Usaha (HGU), dan hak guna bangunan (HGB).
3.      Hutan adat, yaitu hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat.

E.     Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Jenis Tanamannya
1.   Hutan Homogen (Sejenis), yaitu hutan yang arealnya lebih dari 75 % ditutupi oleh satu jenis tumbuh-tumbuhan. Misalnya: hutan jati, hutan bambu, dan hutan pinus.
2.  Hutan Heterogen(Campuran), yaitu hutan yang terdiri atas bermacam-macam jenis tumbuhan.

F.      Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Fungsinya
1.     Hutan Lindung
Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan.
2.     Hutan Konservasi.
Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan konservasi terdiri atas :
a.  Hutan Suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan, satwa dan ekosistemnya serta berfungsi sebagai wilayah penyangga kehidupan. Kawasan hutan suaka alam terdiri atas cagar alam, suaka margasatwa dan Taman Buru.
b.   Kawasan Hutan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik didarat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber alam hayati dan ekosistemnya. Kawasan pelestarian alam terdiri atas taman nasional, taman hutan raya (TAHURA) dan taman wisata alam.
3.     Hutan Produksi
Hutan produksi adalah kawasan hutan yang diperuntukkan guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pada umumnya serta pembangunan, industri, dan ekspor pada khususnya. Hutan produksi dibagi menjadi tiga, yaitu hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi tetap (HP), dan hutan produksi yang dapat dikonversikan (HPK).


II.   Hasil-hasil hutan Indonesia dan Pemanfaatannya
Hutan di Indonesia memiliki tumbuhan yang beraneka ragam, terutama yang berbentuk pohon. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat + 40.000 jenis tumbuhan, 25.000 – 30.000 jenis di antaranya adalah tumbuhan berbunga, yang merupakan 10 % dari seluruh tumbuhan berbunga di dunia. Kekayaan hutan yang melimpah ruah tersebut meberikan manfaat kepada penduduk Indonesiamaupun bangsa lain. Beberapa contoh hasil hutan kayu :
1.      Kayu Agathis (Agathis alba)
2.      Kayu Bakau atau Mangrove (Rhizophora mucronata)
3.      Kayu Bangkirai (Hopea mengerawan)
4.      Kayu Benuang (Octomeles sumatrana)
5.      Kayu Duabanga (Duabanga moluccana)
6.      Kayu Jelutung (Dyera costulata)
7.      Kayu Kapur (Dryobalanops fusca)
8.      Kayu Kruing (Dipterocarpus indicus)
9.      Kayu Meranti (Shorea sp)
10.  Kayu Nyatoh (Palaquium javense)
11.  Kayu Ramjin (Gonystylus bancanus)
12.  Kayu Jati (Tectona grandis)
13.  Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri)
14.  Kayu Sengon (Albizzia chinensis) dan lain sebagainya.

Beberapa contoh Hasil Hutan Non kayu :
1.      Rotan
2.      Damar
3.      Kapur Barus
4.      Kemenyan
5.      Gambir
6.      Kopal
7.      Kulit pohon Bakau
8.      Gondorukem
9.      Terpentin
10.  Bambu
11.  Sutra Alam
12.  Minyak Kayu Putih
13.  Madu

III. Pengolahan Hasil Hutan
Hal yang berkaitan dengan hasil hutan adalah kegiatan pengolahan hasil hutan, antara lain berupa industri penggergajian kayu. Industri penggergajian kayu terdapat di Samarinda, Balikpapan, Pontianak, dan Cepu (Jawa Tengah, untuk penggergajian kayu jati). Hasil dari industri ini berupa kayu gelondongan (log/bulat), kayu gergajian, dan kayu lapis untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Ekspor kayu gergajian dan kayu lapis terutama kenegara Jepang, Hongkong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. Mulai Tahun 1985 pemerintah melarang ekspor kayu gelondongan dan mengubahnya menjadi ekspor kayu olahan, yaitu berupa kayu gergajian, kayu lapis, atau berupa barang jadi seperti mebel. Selain kayu gelondongan, yang terkena larangan ekspor adalah rotan asalan. Tujuan adannya larangan ekspor kayu gelondongan dan rotan asalan tersebut antara lain untuk membatasi eksploitasi yang berlebihan terhadap dua jenis komoditas tersebut dan untuk meningkatkan lapangan kerja di bidang industri perkayuan yang bersifat padat karya.

IV. Faktor-faktor Pendorong Usaha Pengembangan Kehutanan di Indonesia
Faktor-faktor Pendorong Usaha Pengembangan Kehutanan di Indonesia di antaranya :
1.   Wilayah Indonesia berada di daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, sehingga Indonesia tidak pernah mengalami musim gugur seperti negara-negara beriklim subtropis dan sedang.
2.     Keadaan tanah di Indonesia sangat subur sehingga sangat baik bagi tumbuhnya berbagai jenis pohon dan tumbuh-tumbuhan lainnya.
3.  Tersedianya sumber daya hutan berpotensi dan belum termanfaatkan, yang secara geografis tersebar luas di sebagian besar wilayah Indonesia.
4.   Adanya permintaan pasar terhadap hasil hutan indonesia, baik pasar dalam maupun luar negeri yang cenderung meningkat.

V. Faktor-Faktor Penghambat Usaha Pengembangan Kehutanan di Indonesia dan Cara Mengatasinya
Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan bidang kehutanan sebagai berikut :
1.      Berkurangnya areal hutan karena pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi. Hutan ditebang dan dijadikan kawasan permukiman penduduk, pertanian, dan perkebunan.
2.      Masih terdapat sistem pertanian ladang berpindah, terutama diluar Jawa.
3.     Terjadinya kebakaran hutan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
4.  Terjadinya penebangan liar dan pencurian kayu di hutan yang dapat merusak hutan dan keanekaragaman hayati.
5.   Usaha reboisasi dan penghijauan yang gagal dan kuurang berhasil karena kekurangan dana serta adanya gangguan alam, seperti musim kemarau yang panjang.
6.    Pengambilan hasil hutan yang tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah oleh pengusaha swasta pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan).
7.     Pengambilan kayu yang terus meningkat akibat kebutuhan kayu untuk pemukiman dan bahan baku industri.

Untuk mengatasi faktor-faktor penghambat dalam usaha pengembangan kehutanan di Indonesia sebagai berikut :
1.     Menggunakan sumber daya hutan sebaik-baiknya untuk peningkatan volume dan nilai ekspor, merangsang pertumbuhan industri hilir pengolahan hasil-hasil hutan serta mempertahankan kelestarian sumber daya hutan.
2.  Melakukan eksploitasi hasil hutan, terutama kayu, secara hati-hati. Perusahaan pemegang konsesi HPH diwajibkan memenuhi ketentuan sistem Tebang Pilih Tanaman Indonesia (TPTI).
3.  Pemegang HPH dikenakan iuran Dana Jaminan Reboisasi yang akan dipergunakan unruk mengutankan kembali areal bekas tebagan dan mempertahankan kondisi hutan sesuai keadaan semula.
4.    Memberikan dorongan kepada kalangan swasta agar berpartisipasi dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang di maksudkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri.
5.     Melarang penebangan hutan secara sembarangan.
6.   Memperketat penjagaan hutan dengan mempersiapkan polisi hutan, melindungi hutan dari pencurian kayu, dan penebangan liar.


Dari berbagai sumber. Dibuat dengan tujuan membuat tugas Geografi kelas 11.

Label: , ,